Pemerintah Kabupaten Buleleng memulai pembangunan sentra pengolahan ikan terpadu di pesisir Singaraja. Fasilitas ini menyediakan rantai dingin, ruang pengolahan bersama, dan gudang beku yang selama ini menjadi kendala utama nelayan lokal.
Rincian dan Dampak
Sentra dirancang melayani sekitar 900 nelayan dari lima desa pesisir dengan kapasitas simpan 120 ton.
Terdapat ruang pelatihan pengolahan produk turunan seperti abon, bakso ikan, dan ikan asap kemasan.
Pemerintah daerah menggandeng koperasi nelayan sebagai pengelola agar keuntungan berputar di tingkat desa.
Masalah nelayan kita bukan tangkapan, tetapi harga yang jatuh karena tidak ada tempat penyimpanan.
— Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng
Langkah Selanjutnya
Fasilitas ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun anggaran mendatang.
Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.

