Pengelola kawasan Subak Jatiluwih, Tabanan, mulai menerapkan tiket digital berbasis kode QR bagi seluruh pengunjung. Sistem baru itu menghubungkan data kunjungan langsung ke kas daerah sehingga setoran dapat dipantau harian.
Rincian dan Dampak
Seluruh loket lama diganti gerbang pindai dengan empat jalur masuk, termasuk jalur khusus rombongan.
Pada bulan pertama, pendapatan tercatat naik sekitar 23 persen meski jumlah pengunjung relatif stabil.
Sebagian retribusi dialokasikan langsung untuk pemeliharaan saluran irigasi subak dan insentif petani penggarap.
Yang kami jaga bukan hanya pemandangan, tetapi petani yang membuat pemandangan itu ada.
— Ketua Pengelola Daya Tarik Wisata Jatiluwih
Langkah Selanjutnya
Model serupa tengah dikaji untuk diterapkan di beberapa daya tarik wisata lain milik desa adat di Tabanan.
Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.

